Langsung ke konten utama

Indonesia Belanja "Enam" Unit Pesawat T50i Korea Selatan

Pesawat Tempur Latih T50i

“Done Deal” RI datangkan T50i

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan telah menyetujui pembelian pesawat tempur latihan dari perusahaan ternama Korea Selatan, Korea Aerospace Industries Ltd (KAI). KAI telah mencapai kesepakatan untuk memasok enam pesawat tempur latihan T-50 secara berkala yang akan dimulai pada 16 Desember 2021 s/d 30 Oktober 2024. Total nilai kesepakatan tersebut sebesar USD 240 juta atau setara dengan Rp. 3,4 triliun. Enam pesawat T50i 'Golden Eagle' ini akan menambah kebutuhan latihan TNI AU yang juga sebelumnya telah mengoperasikan pesawat dengan jenis yang sama.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto melaksanakan kunjungan kepada Menteri Pertahanan Korea Selatan Y.M Suh Wook pada 8 April 2021. Menurut situs resmi Kemhan, pertemuan bilateral tersebut membahas mengenai pandangan tentang beberapa hal strategis di bidang pertahanan dan keamanan, diantaranya; keamanan regional dan kerjasama bilateral.

Spesifikasi T50i

T-50, jet latih supersonik canggih, adalah pesawat buatan Korea pertama yang melatih pilot pesawat tempur generasi berikutnya yang diproduksi bersama dengan Lockheed Martin. Pesawat memiliki sistem antarmuka Human-Man Interface (HMI) dengan desain Digital Glass Cockpit yang dilengkapi Smart Multi-Function Color Displays (MFCD). Kokpit dengan kapasitas 2 pilot dengan pembangkit oksigen On-Board Oxigen Generation System (OBOGS) serta kursi pelontar Zero-Zero Ejection Seats yang disuplai oleh Martin Baker.

T-50i menggunakan tenaga dari mesin General Electric F404-102 turbofan dengan daya dorong 1.770 pounds dan after burner 11.000 pounds dengan tenaga mil power. Mesin tersebut dilengkapi dengan kontrol mesin digital otoritas penuh atau Fully Authority Digital Engie Control (FADEC) dan menghasilkan tenaga 78.7 kN. Pesawat tersebut mampu melaju dengan kcepatan maksimum lebih dari 1.5 Mach atau diatas 1.600 km/jam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PPdK XI SMK | Bab 7 Peran Indonesia dalam Menjaga Perdamaian Dunia melaui Hubungan Internasional | Bagian 1

A. Hubungan Internasional           Kontingen Garuda bergabung dengan pasukan PBB mengupayakan perdamaian di negara-negara konflik. Pehgiriman Kontingen Garuda merupakan wujud peran Indonesia menjaga perdamaian dunia melalui hubungan internasional. Hubungan intemasional tidak terbatas pada hubungan antarnegara, tetapi mencakup hubungan antara negara dengan organisasi intemasional atau kerja sama antarorganisasi internasional.            Mengapa hubungan intemasional sangat dibutuhkan bagi suatu bangsa? Alasannya hubungan intemasional muncul karena adanya negara. Negara yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa pada dasamya mempunyai sifat yang saling tergantung satu dengan yang lainnya. Lantas, apa yang dimaksud hubungan intemasional? 1. Pengertian Hubungan Internasional             Hubungan internasional merupakan cabang dari ilmu politik, materi atau ruang lingkupnya begitu luas dan...

Pemikiran Politik Thaha Husein

PEMIKIRAN POLITIK THAHA HUSEIN Thoha Husein (1889-1973) berasal dari keluarga petani di Mesir. Semasa kecil, Thoha mengalami penyakit yang meenyebabkan kebutaan pada matanya. Namun kondisi ini tidak menghalanginya untuk menuntut ilmu. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, Thoha masuk Universitas Al-Azhar pada 1902. Namun sistem pendidikan di Al-Azhar yang masih terbelakang tidak mampu mengakomodasi semangat rasionalismedan kebebasan berpikirnya. Sebagian besar gurunya juga tidak mendukung pemikiran modern, karena mereka masih diliputi cara berpikir kuno. Satu-satunya guru yang mampu menarik perhatiannya dan mampu mengobati kekecewaan Thoha adalah Mohamad Abduh, yang notabene tidak terlalu disukai oleh para koleganya. Gagasan-gagasan pemikiran Abduh sejalan dengan semangat rasionalnya. Ia sering bertukar pikiran dengan Abduh dan suka mempertanyakan sesuatu yang seringkali dianggap baku oleh umat islam masa itu.  Karena tidak puas dengan sistem pendidikan al-Az...

PPdK X SMK | Bab 2 Ancaman terhadap Negara dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika Bagian 2

B. Ancaman di Bidang Ipoleksosbudhankam      Selain ancaman militer, bangsa Indonesia juga menghadapi adanya ancaman nonmiliter di bidang ipoleksosbudhankam. Beberapa ancaman di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan akan dijabarkan pada pembahasan berikut. 1. Ancaman di Bidang ideologi      Paham komunisme dan liberalisme menjadi ancaman terhadap ideologi Pancasila. Tanpa disadari paham tersebut memengaruhi pola pikir dan perilaku masyarakat. Hal tersebut dapat dilihat dari memudarnya sikap nasionalisme dan peruhahan perilaku ke arah negatif seperti gaya hidup mewah, pergaulan bebas, dan sebagainya. 2. Ancaman di Bidang Politik      Ancaman di bidang politik bersumber dari dalam dan dari luar negeri. Ancaman dari dalam berupa sebagai berikut. Penggunaan kekuatan dalam bentuk pengerahan massa untuk menumbangkan pemerintah yang berkuasa. Menggalang kekuatan politik untuk melemahkan kekuasaan pemerinta...